Sabtu, 10 Maret 2012

Bertamasya ke Negeri Akherat

Entah berapa lama lagi tinggal di muka bumi ini? Pertanyaan ini hanya bisa dijawab dengan wallahu alam. Malaikat Maut pun tidak tahu apa-apa tentang hal itu. Mungkin hari ini, lusa, atau entah kapan? Yang kita tahu secara pasti, kematian akan datang pada saatnya. Waktu tak akan kompromi walau hanya setengah detik, atau walau hanya sekejap mata. Waktu jualah yang menyeret kita kepada kematian. Semua sedang menunggu giliran untuk menuju ke negeri keabadian.

Memang seperti itulah Islam mengajarkan kita. Bahwa, dunia ini bukanlah negeri keabadian. Yang abadi hanya akhirat. Di sini hanya tempat mengumpulkan amal sebanyak mungkin, untuk menjadi bekal kembali kepada Allah. Bagaimana nasib di sana, tergantung kerja di sini. Berangkat ke sana tanpa bekal adalah sebuah-tindakan nekad. Karenanya, pertanyaan yang semestinya harus terngiang-ngiang dalam gendang telinga kita adalah "Bekal Apa yang kita sudah persiapkan untuk perjalanan panjang itu? Potongan-potongan waktu yang kita lewati apakah terisi dengan amal shaleh atau hanya terisi dengan hal yang sia-sia?". Tentu, kita sendiri yang lebih tahu..

masih banyak “Hukum-Hukum Alam” Alloh yang belum mampu kita singkap. Benarkah fenomena Fisika hanya terjadi karena sebab-sebab Fisik saja? ataukah sebenarnya fenomena alam ini mencakup Hukum Sebab-Akibat Fisik-Non Fisik, Tampak-dan Tidak Tampak, Nyata dan Tidak Nyata. Bukankah Listrik tidak bisa kita lihat dan kita bau tetapi pasti keberadaannya. Listrik yang tidak tampak dan tidak mampu kita lihat serta hanya mampu kita saksikan akibatnya.

Sekarang bagaimana dengan AMAL PERBUATAN kita di dunia ini? apakah kita menganggap setiap amalan kita hilang begitu saja? kemana ‘Energi’ perbuatan kita ini pergi? bukankah kita meyakini kebenaran Hukum Kekekalan Energi bahwa energi di dunia bersifat tetap dan hanya berubah bentuknya. Disini, saya meyakini bahwa setiap amal perbuatan kita TIDAK AKAN KEMANA-MANA selain dicatat Alloh dan kembali kepada diri kita (Jasad dan Ruh kita). ‘Energi’ amal kebaikan yang kita lakukan akan kembali kepada Fisik Jasad kita dan Ruh kita, begitu juga sebaliknya Kejahatan, Kedzoliman, dan Penyakit Hati kita pastilah akan kembali kepada kita. Saksikanlah bahwa bumi tidak mati, bahwa tanah tidak mati, bahwa rayap dan semua makhluk didunia ini siapa manusia yang baik dan mana manusia yang buruk/berbuat kerusakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar